Ojek Pangkalan Sepi, Pengemudi Mengaku Terpuruk dengan Adanya Ojek Online
Kediri – adanya keberadaan ojek online membuat ojek pangkalan kini kian terpinggirkan. Para pengemudi mengaku mengalami penurunan penumpang yang drastic.
Mulhadi (60), seorang pengemudi ojek pangkalan yang telah bekerja lebih dari 25 tahun yakni sejak 1995, mengatakan kondisi saat ini sebagai “terburuk” dibandingkan masa lalu. Ia menyebutkan pangkalan yang dulu ramai kini berubah menjadi sepi. “Sepinya luar biasa betul, saya tidak tipu-tipu”. Ujarnya dalam wawancara.
Mulhadi mengaku perubahan mulai terasa sejak hadirnya ojek online yang menawarkan harga lebih murah dan praktis. Dulu, mahasiswa kampus seperti STAIN, UNISKA, dan UNP dan masyarakat menjadi sumber utama penumpang.
“Dulu itu UIN, UNISKA, UNP. Banyak sekali anak-anak dan masyarakat. Sekarang hampir tidak ada” ujarnya. Kini Sebagian besar pelanggannya beralih ke ojek online.
Penurunan jumlah penumpang berdampak langsung pada pennghasilan. Dalam sehari, mulhadi mengaku bisa tidak mendapatkan penumpang sama sekali. Jika ada pun, pendapat yang diperoleh sangat kecil, yakni antara 10.000 sampai 20.000.
Meski persaingan semakin ketat, mulhadi mengaku tidak pernah terlibat konflik dengan pengemudi ojek online. Ia memilih mengalah dan tetap berusaha mencari penumpang. “saya itu selalu mengalah mas, kalau ambil di sini jangan terlalu dekat”.
Keterbatasan usia dan kondisi kendaraan menjadi alasan utama dirinya tidak beralih ke ojek online. Ia menyebutkan motornya sudah tua, sedangkan untuk gabung ke ojek online dibutuhkan kendaraan keluaran terbaru.
“Motor saya sudah tua, saya pun juga tua. Sepedanya harus baru, sementara kita tidak punya modal untuk sepeda motor” ujarnya dalam wawancara.

1 Komentar
Bagus kali bahh
BalasHapus